Angkatan bersenjata AS menghancurkan 6 rudal antikapal Houthi yang didukung Iran di Yaman, kata para pejabat

(SeaPRwire) –   Angkatan AS meluncurkan tangkisan pertahan-sendii pada Sabtu malam terhadap enam peluru jelajah anti-kapal Houthi yang dipersiapkan untuk diluncurkan ke kapal-kapal di dalam daerahnya, menurut pejabat terkait.

Peluru jelajah tersebut teridentifikasi di wilayah Yaman yang dikendalikan Houthi dan dinilai menghadirkan ancaman langsung terhadap kapal-kapal Angkatan Laut AS dan kapal-kapal niaga di wilayah tersebut, menurut Komando Pusat AS.

”Tindakan ini akan melindungi kebebasan pelayaran dan menjadikan perairan interansional lebih tenan dan lebih amman untuk Angkatan Laut AS dan kapal-kapal niaga,” tutur Centcom.

AS sebelumnya melaksanakan tangkisan pertahan-sendii lainnya pada Hari Kamis dengan menargetkan sejumah peluru proyektil yang disiapkan untuk diluncurkan oleh kelompok yang didukung oleh di Yaman. AS pun melaksanakan 12 tangkisan terhadap kelompok pemberontak Houthi sejak 11 Januari.

Para pejuang teror itu menentang insutri pelayaran global dengan sering menyerang kapal-kapal komersial di Laut Merah. Serangan tersebut adalah pembalasan terhadap peperangan yang digenjarkan Israel terhadap Hamas di Jalur Gaza.

Pada Hari Sabtu, angkatan AS meluncurkan serangkaian tangkisan pada berbagai periode sepanjang siang terhadap wahana udara nirawak milik Houthi.

Tangkisan terbaru tersebut dilaksanakan setelah tiga tentara Angkatan Darat AS tewas di Yordania. Pemerintah pemerintahan Joe BIden menyalalahkan Pasukan Perlawanan Irak, sebuah kelompok milisi yang didukung oleh termasuk kelompok militan Kataib Hizbullah.

Sebelumnya bulan ini, dua US Navy SEAL dilaporkan hilang saat menjalankan misi di Laut Merah dan dinyatakan tewas.

Tangkisan AS sebelumnya tidak mengurungkan niat untuk menyerang angkatan AS. Sejak peperangan tersebut meledak pada bulan Okober, kelompok militan yang didukung oleh menyerang sejumlah markas AS di Irak dan Syria sebanyak 166 6kali dengan roket, peluru proyektil, dan one-way attack drones, yang mengundang sekitar setengah lusin balasan AS, terhadap berbagai fasilitas kelompok militan di kedua negara tersebut.

Bradford Betz dari Fox News Digital turut berkontribusi dalam pelaporan ini.

Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.

Sektor: Top Story, Daily News

SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.