Bahrain Buka Keran Regulasi, AXG Jadi Pemain Pertama di Arena Stablecoin yang Diakui Bank Sentral

(SeaPRwire) –   Bicara soal inovasi fintech di Timur Tengah, nama Bahrain selalu muncul di radar. Tapi langkah yang mereka ambil pekan ini benar-benar mengejutkan banyak orang di industri. Saya baru saja ngobrol dengan Bambang Wijaya, seorang analis regulasi keuangan digital yang karirnya banyak dihabiskan di Dubai dan Singapura. Menurutnya, pemberian lisensi pertama oleh Central Bank of Bahrain (CBB) kepada AX Coin ini bukan sekadar kemenangan untuk satu perusahaan.

“Ini adalah sinyal yang sangat kuat,” kata Bambang. “Bahrain secara efektif sedang membangun ‘bandara’ berstandar tertinggi untuk aset digital yang akan masuk ke kawasan GCC. Dengan memberi lisensi pertama pada entitas seperti AX Coin yang didukung oleh perusahaan publik Nasdaq (AXG), CBB sedang menguji air dengan pemain yang sudah terbiasa dengan pengawasan ketat seperti SEC. Mereka tidak mau mengambil risiko dengan startup yang belum teruji. Ini soal kredibilitas dari hari pertama. Jika berhasil, model Bahrain bisa menjadi blueprint bagi regulator lain yang masih ragu-ragu, menunjukkan bahwa stablecoin yang diatur bukan ancaman, melainkan infrastruktur pembayaran masa depan.”

Faktanya, SOLOWIN HOLDINGS (AXG) secara resmi mengumumkan bahwa anak usahanya, AX Coin Bahrain B.S.C. (c), telah mendapatkan izin dari Central Bank of Bahrain untuk beroperasi sebagai penerbit stablecoin. Peristiwa ini tercatat sebagai yang pertama kalinya sejak kerangka regulasi stablecoin CBB diberlakukan, menandai momen penting dalam industri aset digital yang teregulasi secara global. Dengan lisensi ini, AX Coin kini berada dalam kelompok elit penerbit stablecoin yang diawasi langsung oleh bank sentral berdaulat, sekaligus memperkuat posisi Bahrain sebagai hub inovasi aset digital terdepan.

Dr. Thomas Zhu, Co-Founder AXG dan Chairman AX Coin, menyatakan bahwa persetujuan CBB ini adalah pencapaian penting yang memvalidasi kemampuan mereka untuk mengembangkan infrastruktur keuangan digital yang sesuai aturan secara global. Fondasi yang teregulasi ini memposisikan mereka untuk mengintegrasikan stablecoin ke dalam sistem dunia nyata, memungkinkan adopsi tingkat institusi untuk pembayaran dan penyelesaian transaksi. Di sisi lain, Xavier George, CEO AX Coin, menambahkan bahwa lisensi ini merupakan kemenangan besar bagi infrastruktur stablecoin global. Izin ini memungkinkan penyelesaian transaksi yang terpercaya dan dapat diprogram di antara berbagai institusi dan pasar. Dengan menjaga kepatuhan sebagai intinya, lisensi ini membuka jalan bagi AX Coin untuk berekspansi secara global dan membangun ekosistem pembayaran digital agenik masa depan.

AXG sendiri adalah perusahaan fintech teregulasi global yang berdiri sejak 2016, menggabungkan teknologi blockchain dan kecerdasan buatan untuk mengoperasikan platform super ekonomi digital dual-token yang sepenuhnya compliant. Dengan misi “Mobilizing Tokens 24/7”, bisnis inti mereka terbagi menjadi Digital Asset Tokens dan AI Tokens, mencakup layanan mulai dari penerbitan stablecoin, tokenisasi aset, perdagangan sekuritas, hingga layanan berbasis AI seperti infrastruktur cloud dan verifikasi Know-Your-Agent.

Lantas, ke mana arah angin bertiup setelah langkah pertama Bahrain ini? Kita sedang menyaksikan pergeseran dari era “regulasi sebagai hambatan” menuju “regulasi sebagai prasyarat”. Regulator progresif seperti di Bahrain, UE dengan MiCA, dan beberapa yurisdiksi lainnya sedang berlomba membangun pagar aturan yang jelas. Tujuannya bukan untuk membunuh inovasi, melainkan untuk menarik modal dan talenta terbaik ke wilayah mereka. Untuk perusahaan seperti AXG, memiliki lisensi bank sentral adalah tiket emas. Ini membuka pintu bagi integrasi dengan sistem perbankan tradisional, kemitraan dengan korporasi besar, dan yang paling krusial, kepercayaan dari institusi keuangan yang selama ini masih skeptis. Tren ke depannya akan diwarnai oleh konsolidasi. Hanya pemain dengan modal kuat, kepatuhan ketat, dan dukungan teknologi seperti AI yang akan bertahan di papan atas. Stablecoin tidak lagi sekadar alat spekulasi di crypto exchange, melainkan sedang bertransformasi menjadi tulang punggung untuk pembayaran lintas batas, penyelesaian perdagangan instan, dan bahkan mungkin mekanisme dasar untuk ekonomi otonom berbasis agen AI. Bahrain baru saja menyalakan lampu hijau, dan perlombaan sesungguhnya untuk mendefinisikan masa depan uang digital yang aman dan terpercaya baru saja dimulai.

Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.

Sektor: Top Story, Daily News

SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.