20 Tahun yang Lalu, Serial Fiksi Ilmiah dengan Masa Tayang Terlama Menyempurnakan Trop yang Menawan

(SeaPRwire) –   Ketika Doctor Who mulai tayang pada 1963, acara ini awalnya dimaksudkan sebagai sebuah program pendidikan tentang sejarah, di mana Doktor akan bepergian ke masa lalu dan berinteraksi dengan tokoh-tokoh sejarah—ini alasannya kenapa para teman pertama dari Doktor adalah guru. Tentu saja, penonton jauh lebih antusias terhadap elemen-elemen fiksi ilmiah, tetapi Doctor Who tak pernah kehilangan sentuhan sejarah itu sendiri, termasuk episode-episode yang menampilkan Winston Churchill, Ratu Victoria, William Shakespeare, dan Richard Nixon.

Dua puluh tahun yang lalu, salah satu episode sejarah ini mengungkapkan kisah cinta yang memiliki dampak emosional melintasi abad-abad. Pada waktu itu, episode tersebut adalah cerita mandiri yang indah dengan visual yang tak terlupakan. Namun, ketika ditinjau ulang, episode ini justru merupakan awal dari pergeseran besar pada suasana umum acara secara keseluruhan.

Robot-robot gaya steampunk ini menyeret pelacur raja dalam “The Girl in the Fireplace.” | BBC Studios

“The Girl in the Fireplace” (Perempuan di Tempat Tidur) ini mengambil latar dua setting yang sangat berbeda: Prancis abad ke-18, di mana Reinette (Sophia Myles), alias Madame du Pompadour, sering melihat Doktor melalui celah-celah api dari tempat tidurnya, dan ruang angkasa abad ke-51, tempat Doktor (David Tennant), Rose (Billie Piper), dan Mickey (Noel Clarke) menemukan pesawat luar angkasa yang benar-benar ditinggalkan. Tetapi tidak semuanya terlihat sederhana: di Prancis, Reinette diserang oleh drone mekanis bertopeng keramik yang mengerikan, sedangkan di luar angkasa, teknologi pesawatnya diganti dengan bagian tubuh manusia.

Bagi Doktor, semua ini terjadi dalam sehari, tetapi bagi Reinette, Doktor menjadi seorang karakter yang selalu hadir sepanjang hidupnya, tidak pernah bertambah usia satu hari pun. Ia menjadi teman imajinernya, sehingga keterlibatannya dalam misteri ini menjadi lebih dramatis. Dalam momen-momen terakhir, Doktor berkata ia akan kembali tepat waktu, tanpa menyadari bahwa saat ia kembali, Reinette sudah kehilangan nyawanya. Semua ini membawa pada sebuah ending yang hampir bersifat Twilight-Zone, di mana ternyata drone mekanis itu hanyalah melindungi Reinette karena pesawat luar angkasa yang ditugaskan kepadanya dinamai sesuai namanya, dan mereka hanya bingung.

Pengalaman ini merupakan episode kedua yang ditulis oleh Steven Moffat, penulis episode legendaris “The Empty Child/The Doctor Dances” musim pertama. Episode ini penuh referensi, seperti Clockwork Droids yang mengingatkan pada hoax automaton Mechanical Turk, dan terutama plot cintanya yang merujuk pada buku The Time Traveler’s Wife.

“The Girl in the Fireplace” adalah episode pertama dari berbagai cerita cinta non-linear oleh Steven Moffat. | BBC Studios

Trope “pasangan cinta lintas waktu” ini akan kembali dipakai oleh Moffat berulang kali sepanjang karier penulisannya di Doctor Who. Sebagai seorang penulis, ia akan menulis “Silence in the Library,” episode di mana Doktor bertemu River Song, istrinya yang bepergian melintasi waktu secara non-linear, yang akhirnya menjadi karakter utama dalam cerita. Sebagai showrunner, ia menulis “The Eleventh Hour,” episode di mana Amy Pond bertemu Doktor dan, seperti Reinette, diberitahu bahwa Doktor akan kembali, padahal kenyataannya beberapa tahun telah berlalu dan ia menjadi teman imajinernya; dan “The Big Bang,” di mana suami Amy, Rory, menunggu selama 2000 tahun untuk melindungi istrinya di Pandorica. Dalam momen yang membuat lingkaran setan, Moffat bahkan mengadaptasi The Time Traveler’s Wife ke dalam mini-seri.

Ini adalah hal yang menyertainya ke mana pun ia pergi sekarang. “Orang-orang biasanya selalu bertanya padaku, ‘Mengapa kamu selalu menulis cerita yang tidak urut waktunya?’” ujar Moffat kepada Inverse pada tahun 2022. “Dan aku selalu menjawab, apakah ingatanmu dalam urutan yang benar? Saat kamu berpikir tentang dirimu sendiri, apakah kamu mulai dari lahir hingga satu tahun, dua tahun? Tidak, itu semua acak-acakan. Kamu bahkan tidak akan tahu urutannya.”

Semuanya ini, minatnya terhadap cinta yang terpecah akibat harus mengambil “jalan yang lebih lambat,” bisa dilacak kembali ke episode ini. Ya, ada warisan yang lebih konkret, seperti Clockwork Droids kembali muncul dalam episode pembuka Musim 8, “Deep Breath,” tetapi “The Girl in the Fireplace” memang merupakan perubahan besar bagi suasana Doctor Who, mengubah elemen perjalanan waktu dari pendidikan menjadi fiksi ilmiah, bahkan hampir romantis.

Doctor Who (2005-2022) tersedia untuk disewa di Prime Video, Apple TV, dan platform lainnya.

Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.

Sektor: Top Story, Daily News

SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.