African Businesses Feel the Pinch as Customers Flock to Online Gambling

(AsiaGameHub) –   Usaha-usaha bisnis di Afrika kini berjuang keras melawan sektor baru yang menggeser alokasi belanja pribadi – perjudian online.

Seiring dengan meningkatnya popularitasnya, bisnis biasa, baik penyedia hiburan, operator telekomunikasi, maupun toko kelontong, semakin banyak pelanggan yang memilih menghabiskan uang untuk bermain judi online daripada makanan, film, atau akses internet yang lebih cepat.

“Orang-orang menghabiskan uang mereka ke lubang hitam yang bisa digunakan untuk belanja makanan,” ujar Pieter Engelbrecht, CEO Shoprite Holdings, perusahaan ritel terbesar di Afrika. Menurut penelitian H2 Gambling Capital, pasar judi di Afrika diperkirakan akan mencapai nilai $13,5 miliar tahun ini.

Tren ini terutama terlihat jelas di Afrika Selatan, ekonomi terbesar di benua ini, yang telah melihat volume taruhan naik sekitar 50% per tahun selama tiga tahun terakhir.

Kenny Fihla, CEO Absa, memperingatkan bahwa klien-kliennya semakin terbebani utang dan memiliki sedikitnya dana saku yang tersedia untuk belanja di luar sektor ini.

Ini masalah besar yang, jujur saja, membuat kami khawatir,” ujar Fihla, seperti dilansir The Japan Times.

Bisnis dan Penyelenggara Kebijakan Merasa Tertekan

Dampak dari pertumbuhan industri judi ini terasa di berbagai sektor, termasuk Woolworths Holdings yang juga memberikan peringatan mengenai penurunan belanja pilihan (discretionary spending).

“Karena judi menargetkan dompet pilihan konsumen, ada bagian dari bisnis kami yang lebih rentan,” jelas CEO Roy Bagattini.

Standard Bank mengatakan rata-rata proporsi pendapatan yang dihabiskan untuk judi mencapai 2% antara tahun 2021 dan 2025, yang menggarisbawahi pertumbuhan pesat sektor ini di wilayah tersebut.

Ekspansi cepat taruhan daring juga semakin memunculkan kekhawatiran apakah perlindungan konsumen saat ini sudah siap menghadapi lingkungan judi yang didominasi digital.

Seiring dengan terus meningkatnya penetrasi smartphone di seluruh Afrika, para penyelenggara kebijakan publik semakin menghadapi tekanan untuk menyeimbangkan pendapatan pajak dan pertumbuhan industri dengan kekhawatiran yang semakin meningkat mengenai kerugian finansial, utang rumah tangga, serta dampak sosial jangka panjang akibat mudahnya akses ke perjudian.

Kekhawatiran terhadap meningkatnya angka judi di Afrika telah sering diajukan beberapa tahun terakhir. Tahun lalu, seorang praktisi dampak sosial di Afrika Selatan mengatakan bahwa 41% dari kelompok penghasil rendah berusaha mengatasi hutang dengan beralih ke perjudian.

Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. AsiaGameHub (https://asiagamehub.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan apa pun terkait isinya.

Kategori: Berita Terkini, Pembaruan Umum

AsiaGameHub menyediakan layanan distribusi iGaming yang ditargetkan untuk perusahaan dan organisasi, dengan menghubungkan lebih dari 3.000 media premium di Asia dan lebih dari 80.000 influencer spesialis. Platform ini menjadi jembatan utama untuk distribusi konten iGaming, kasino, dan eSports di seluruh kawasan ASEAN.