Anggota Legislatif Connecticut Memajukan Aturan Judi Olahraga Baru

(AsiaGameHub) –   Connecticut pengangguran telah mengesahkan dua undang-undang terkait perjudian yang sekarang dikirim ke Gubernur Ned Lamont untuk persetujuan akhir. Kedua rancangan undang-undang tersebut, Rancangan Undang-Undang Rumah 5229 dan Rancangan Undang-Undang Senat 296, menangani masalah yang sama dengan pendekatan berbeda. Tujuannya adalah memperketat pengawasan atas pasar judi di negara bagian ini, membatasi potensi bahaya, dan memastikan regulasinya selaras dengan perkembangan industri.

Proteksi Anak Didorong Sebagai Fokus Utama

Rancangan Undang-Undang Rumah 5229 berfokus pada iklan kampus. Rancangan undang-undang yang diajukan akan membatasi promosi sportsbook di lokasi olahraga kampus dan platform digital yang dikelola universitas. Meskipun universitas tetap memiliki akses ke merek umum dan patungan sponsor, iklan langsung tentang taruhan yang ditujukan kepada mahasiswa akan menghadapi batasan baru. Menurut para anggota parlemen, langkah ini seharusnya menggarisbawahi batas antara pendidikan tinggi dan perjudian.

Kampus-kampus universitas telah menjadi fokus utama untuk upaya pemasaran oleh perusahaan taruhan, karena penelitian terbaru menunjukkan bahwa para pelajar merasa terbebani oleh iklan-iklan tersebut. Dengan membatasi paparan tersebut, negara bagian ini berharap dapat dengan taruhan di kalangan audiens muda, terutama mereka yang berusia di bawah batas usia taruhan sah.

Pasar Prediksi Tetap Kontroversial

Meskipun versi sebelumnya dari Rancangan Undang-Undang Rumah 5229 mencakup aturan yang lebih ketat terkait penarikan dana pelanggan, ketentuan-ketentuan tersebut akhirnya dihapus. Versi akhir fokus pada pembatasan iklan, akses konsumen ke layanan dukungan, dan studi tentang pasar prediksi. Departemen Perlindungan Konsumen dan kantor Jaksa Agung akan melakukan studi tentang bagaimana platform-platform ini memengaruhi konsumen lokal.

Connecticut sudah waspada terhadap pasar prediksi. Negara bagian ini sebelumnya mengeluarkan perintah henti dan jangan lagi terhadap perusahaan seperti Kalshi, Crypto.com, dan Robinhood, dengan menuduhnya menawarkan taruhan olahraga tanpa izin. Studi baru ini akan menyelidiki apakah pengguna yang berusia di bawah 21 tahun ikut serta, bagaimana platform-platform ini memengaruhi judi bermasalah, dan apakah mereka mengalihkan pendapatan dari operator yang sudah diizinkan.

Taruhan Insider Kini Membawa Hukuman Lebih Berat

Rancangan Undang-Undang Senat 296, di sisi lain, menargetkan integritas taruhan olahraga. Perubahan legislatif ini secara eksplisit melarang manipulasi pertandingan, kolusi, dan penggunaan informasi insider untuk taruhan. Perhatian khusus diberikan kepada tim-tim di negara bagian, terutama pada tingkat perguruan tinggi, tempat atlet-atlet mungkin lebih rentan terhadap tekanan dari luar. Hukuman yang lebih keras dan bahasa yang lebih jelas seharusnya dapat menutup celah regulasi.

Menurut rancangan undang-undang ini, pelanggaran integritas akan dianggap sebagai criminal offense, dengan potensi hukuman penjara dan denda finansial. Bersama dengan Rancangan Undang-Undang Rumah 5229, kedua proposal ini menandakan bahwa Connecticut siap untuk menghadapi tantangan baru di sektor taruhan olahraga, seperti pemasaran agresif dan bentuk taruhan yang berkembang.  Kedua langkah ini diharapkan akan mendapatkan persetujuan akhir dari Gubernur.

Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. AsiaGameHub (https://asiagamehub.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan apa pun terkait isinya.

Kategori: Berita Terkini, Pembaruan Umum

AsiaGameHub menyediakan layanan distribusi iGaming yang ditargetkan untuk perusahaan dan organisasi, dengan menghubungkan lebih dari 3.000 media premium di Asia dan lebih dari 80.000 influencer spesialis. Platform ini menjadi jembatan utama untuk distribusi konten iGaming, kasino, dan eSports di seluruh kawasan ASEAN.