Jiangsu 2026: Robot Tai Chi, Skuter Listrik ke 100 Negara—Bagaimana Ini Mengubah Permainan Teknologi Global?


(SeaPRwire) – By: Oliver Hawthorne
Banyak orang masih mengira teknologi China hanya produk murah. Tapi tur Jiangsu 2026 membuktikan sebaliknya. Inovasi di sini bukan hanya gadget canggih. Ini tentang teknologi yang menyentuh kehidupan sehari-hari—dari pertanian sampai komunitas.
Tur “Travelogue of China 2026” Jiangsu berakhir pada 15 Juni 2026. Acara ini diadakan bersama oleh China Public Diplomacy Association dan Global Times Online. 19 jurnalis dari 18 negara ikut. Mereka mengunjungi Suzhou, Wuxi, dan Yangzhou. Di Star Plus Legend, mereka melihat AI dan IP digital mendukung konsumsi budaya baru. Di Wuxi EYOU, robot humanoid menampilkan tai chi dan tari. Sendi robotnya dibuat sendiri oleh perusahaan. Yadea, produsen skuter listrik dua dan tiga roda, menjual produk ke lebih dari 100 negara. Di Xishan National Modern Agricultural Industrial Park, drone penyemai dan mesin cerdas digunakan. FAMSUN di Yangzhou mendukung proyek modernisasi pertanian di Asia, Afrika, dan Eropa. Di Jiangyin, komunitas tua direnovasi dengan sistem pemilahan sampah cerdas. Fasilitas publik bersih sendiri dan ruang baca komunitas juga ada. Pantai industri di Sungai Yangtze diubah menjadi ruang publik hijau. Pertandingan Su Chao (Liga Kota Sepak Bola Jiangsu) diisi oleh penonton banyak. Ini menunjukkan semangat komunitas.
Yadea’s ekspansi global menunjukkan China mendominasi pasar skuter listrik lintas negara. FAMSUN’s proyek lintas benua menghubungkan teknologi pertanian dengan keamanan pangan global. Teknologi komunitas cerdas Jiangyin bisa jadi model untuk negara lain yang ingin perbaiki komunitas tua. China sekarang tidak hanya menjual komponen teknologi. Ia menjual solusi terintegrasi yang menggabungkan inovasi dengan kebutuhan manusia sehari-hari.
Author bio: Oliver Hawthorne, Principal Correspondent di sebuah review teknologi internasional yang melacak perkembangan inovasi di Asia.
