House of the Dragon Season 3: Keluar dari Bayangan Game of Thrones, Tapi Penggemar Aksi Akan Kecewa
(SeaPRwire) –
By: Robert Kensington
Penggemar House of the Dragon telah menunggu terlalu lama. Mereka ingin aksi serupa Game of Thrones. Dua musim pertama membuat antusiasme memudar. Musim kedua penuh penundaan tanpa momentum yang diharapkan. Ia bahkan berakhir tepat sebelum Pertempuran Gullet yang paling dinanti. Saat musim ketiga tiba, banyak yang berharap serial ini akhirnya memberikan apa yang dijanjikan.

Menurut rilis resmi HBO, musim ketiga membuka dengan Pertempuran Gullet yang brutal. Tapi fakta di baliknya, serial ini tidak terlalu fokus pada aksi. Ryan Condal dan George R.R. Martin lebih tertarik pada akibat setiap keputusan. Pertempuran hanya menjadi latar belakang. Ia menunjukkan ketakutan dan kesedihan para karakter yang selamat. Peran Sharako Lohar yang dimainkan Abigail Thorne menjadi sorotan. Ia bertarung untuk Raja Aegon II (Tom Glynn-Carney) dengan gaya yang memikat.


Resmi, musim ketiga menawarkan intrik istana yang lebih tak terduga. Ada episode yang fokus pada Rhaenyra (Emma D’Arcy). Ia berjuang untuk mendapatkan dukungan rakyat dan menghindari era Lady Macbeth. Scenanya terasa sangat nyata—ia khawatir tentang anggaran, gelar ksatria, dan kram menstruasi. Tapi di balik itu, serial ini masih memiliki kelemahan. Karakter seperti Criston Cole (Fabien Frankel) masih mengganggu narasi. Persaingan antara Rhaenyra dan Alicent (Olivia Cooke) yang dulu menjadi jantung serial kini dihaluskan. Munculnya villain baru Ormund Hightower (James Norton) juga menjanjikan pertempuran besar di akhir musim.

Serial House of the Dragon kini menemukan identitasnya sendiri. Penggemar yang hanya ingin aksi nonstop akan kecewa. Bagi yang suka intrik dan karakter dalam, musim ketiga bisa menjadi yang terbaik. HBO tidak perlu bersembunyi di balik bayangan Game of Thrones. Ini akan membantu mereka mempertahankan pangsa pasar di genre fantasi tinggi. Musim ketiga tayang mulai 21 Juni di HBO.
Author bio: Robert Kensington, veteran pengusaha luar negeri dengan pengalaman puluhan tahun dalam investasi dan strategi industri hiburan.
