Politik Menghancurkan Mimpi: Suporter Iran Dicabut Tiketnya Hanya Beberapa Hari Sebelum Piala Dunia

(SeaPRwire) – By: Julian Holbrooke
Ribuan pendukung tim sepak bola Iran kekecewaan parah. Mereka sudah menyiapkan perjalanan ke Amerika Serikat. Tapi tiket pertandingan mereka dicabut hanya beberapa hari sebelum Piala Dunia dimulai. Ini adalah tindakan politik yang menghancurkan mimpi para penggemar.
Menurut Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI), AS dan penyelenggara Piala Dunia mencabut alokasi tiket mereka. Keputusan ini dibuat secara tiba-tiba. FFIRI bahkan tidak bisa memberikan satu tiket pun kepada para pendukung. Piala Dunia akan dimulai pada hari Kamis. Iran akan bertemu Selandia Baru pada 15 Juni dan Belgia pada 21 Juni di Los Angeles, sebelum menghadapi Mesir pada 26 Juni di Seattle. Secara resmi, penyelenggara tidak memberikan alasan jelas. Tapi di balik layar, ini adalah bagian dari upaya AS untuk menghambat kehadiran Iran di ajang internasional.
Biasanya, federasi peserta mendapatkan 8% tiket untuk setiap pertandingan mereka. FFIRI menyatakan keputusan ini bertentangan dengan semangat kompetisi internasional dan prinsip kesetaraan antar negara. Ini bukan satu-satunya masalah. Sejak serangan udara AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari, persiapan Iran penuh ketidakpastian. Sekitar 15 staf administrasi dan manajemen delegasi Iran tidak bisa masuk ke AS karena masalah visa. Tim Iran juga harus pindah kamp latihan dari Tucson, Arizona ke Tijuana, Meksiko. AS menyatakan telah memberikan visa yang diperlukan agar Iran bisa bertanding, tapi tindakan ini menunjukkan ada agenda tersembunyi.
Geopolitik telah merusak netralitas olahraga. Tindakan ini tidak hanya menyakiti para penggemar, tapi juga akan memperburik hubungan antara AS dan Iran di masa depan.
Author bio: Julian Holbrooke, analis hubungan internasional luar negeri yang sering berkontribusi pada surat kabar harian besar Eropa.
