Poll Gallup: Tren Keterbukaan Moral Amerika Berhenti, Sikap Publik Mulai Mundur

(SeaPRwire) – By: Jonathan Barrett
Survei Gallup yang dirilis Selasa ini menunjukkan bahwa tren keterbukaan moral yang berlangsung puluhan tahun di Amerika telah berhenti. Bahkan, dalam beberapa kasus, tren itu mulai mundur ke arah yang berbeda. Survei ini dilakukan pada 1.001 orang dewasa di seluruh negeri, antara 1 dan 17 Mei. Sampel yang representatif membuat hasil ini dapat diandalkan untuk melihat arah pergeseran sikap masyarakat Amerika saat ini.
Ada lima perilaku yang mengalami penurunan penerimaan moral paling tajam tahun demi tahun. Yakni memiliki anak di luar nikah, kontrasepsi, perjudian, hubungan seks remaja, dan kloning hewan. Kontrasepsi tetap menjadi perilaku yang paling banyak diterima, dengan 83% responden menyatakan itu dapat diterima secara moral. Tapi dukungan ini turun tujuh poin persen dari tahun 2025, menjadi titik terendah sejak pertanyaan ini dimasukkan ke survei pada 2012.
Penerimaan terhadap memiliki bayi di luar nikah turun sembilan poin persen menjadi 58%. Dukungan terhadap perjudian turun enam poin menjadi 57%. Bagian responden yang melihat hubungan seks remaja sebagai perilaku yang dapat diterima secara moral mencapai 35%. Sementara penerimaan terhadap kloning hewan turun ke titik terendah sepanjang sejarah survei, yaitu 27%.
Meskipun ada penurunan penerimaan, sebagian besar responden masih menganggap beberapa perilaku dapat diterima secara moral. Misalnya perceraian dengan 74%, hubungan seks antar dewasa yang belum menikah 65%, hubungan gay atau lesbi 62%, penelitian sel induk embrionik 59%, membeli dan memakai bulu hewan 57%, dan hukuman mati 52%. Pendapat tentang aborsi masih terbagi rata, dengan 49% menyatakan dapat diterima dan 41% mengatakan salah secara moral.
Survei ini juga menyoroti perbedaan tajam antar partai politik di Amerika. Demokrat jauh lebih cenderung melihat aborsi, transisi gender, dan hubungan gay atau lesbi sebagai perilaku yang dapat diterima secara moral. Sementara Republik lebih mendukung penerapan hukuman mati. Meskipun demikian, masyarakat Amerika masih lebih menerima sebagian besar perilaku yang diteliti dibanding dua dekade lalu.
Pihak pemimpin politik dan lembaga sosial di Amerika akan terpaksa menyesuaikan arah kebijakan mereka seiring pergeseran sikap moral masyarakat ini.
Author bio: Jonathan Barrett, editor utama fokus mingguan urusan publik independen luar negeri yang ahli analisis tren sosial Amerika.
