Kirim Email Promo ke Penjudi yang Sudah Meninggal, Gugatan Lawan Betfair Bakal Ubah Seluruh Aturan Industri?

(AsiaGameHub) – By: Christian Brooks
Industri perjudian online selama ini selalu bersembunyi di balik klaim langkah perlindungan pelanggan. Kasus yang tengah berlangsung di Pengadilan Tinggi Inggris membuka borok besar yang selama ini ditutupi. Banyak operator hanya fokus mengejar keuntungan tanpa peduli risiko kecanduan yang mengancam nyawa pelanggannya.
Luke Ashton, warga Leicester berusia 40 tahun, bunuh diri pada 22 April 2021. Koroner menyimpulkan gangguan perjudian menjadi faktor penyebab kematiannya. Istrinya, Annie Ashton, menggugat TSE Malta, operator Betfair di wilayah Inggris. Ia menemukan email promo Betfair yang dikirim setelah kematian suaminya, meminta Luke masuk ke akunnya untuk klaim hadiah. Sebagian besar aktivitas judi Luke beberapa tahun terakhir lewat Betfair, bahkan hanya aplikasi Betfair satu-satunya aplikasi judi yang terpasang di ponselnya. Kasus ini menyusul kasus serupa Ellen Mulvey, 44 tahun dari Cheshire yang bunuh diri akibat kecanduan judi pada akhir April lalu.
Betfair membantah semua tuntutan dan melawan gugatan ini di pengadilan. Tim hukumnya menyatakan pihaknya tidak memiliki kewajiban hukum melindungi Luke. Mereka juga mengklaim langkah perjudian bertanggung jawab mereka sudah diterapkan dengan benar. Mereka menyebut Luke juga berjudi di operator lain dan memiliki tekanan lain dari pekerjaan dan keuangan. Sidang akan berlangsung sampai 19 Juni. Hasil putusan nantinya akan memaksa seluruh operator judi global memperketat aturan pemantauan pelanggan yang menunjukkan tanda kecanduan.
Author bio: Christian Brooks, komentator utama keuangan dan bisnis internasional yang fokus pada isu regulasi industri digital.
