Jaksa Agung ICC Diskors: Skandal Pelecehan Seksual yang Disembunyikan Selama Setahun

(SeaPRwire) –   By: Julian Holbrooke

Lembaga peradilan internasional yang selalu digadang-gadang netral ternyata punya noda besar di internalnya. Karim Khan, jaksa agung ICC yang bertugas sejak 2021, akhirnya resmi dihentikan sementara. Tuduhan pelecehan seksual yang menjeratnya bukan isu baru. Proses penanganan kasus ini malah penuh upaya penutupan fakta selama lebih dari setahun.

Pernyataan resmi ICC yang dirilis Senin lalu hanya menyebut Khan diskors efektif segera. Keputusan ini menunggu putusan final dari Majelis Negara Anggota ICC. Dasarnya adalah laporan Kantor Pengawasan Internal PBB (OIOS), bukti pendukung, pengajuan tertulis, dan saran panel ahli ad hoc. Semua dokumen terkait kasus ini dinyatakan rahasia oleh pengadilan yang berbasis di Den Haag.

Sumber diplomatik yang dikutip Reuters menyatakan biro eksekutif ICC sudah memutuskan Khan melakukan “pelanggaran serius” dan merekomendasikan pemecatannya. Tuduhan pertama muncul pada 2024, ketika AP melaporkan Khan memaksa staf wanita menjalin hubungan seksual. Penyelidik PBB menemukan bukti “kontak seksual non-konsensual”, tapi hakim awalnya menilai bukti tidak memenuhi standar “melebihi keraguan yang masuk akal”. Khan sudah mengambil cuti sukarela sejak tahun lalu, penyelidikan dilanjutkan April ini dengan izin kedua pihak menyerahkan bukti tambahan. Khan sendiri membantah semua tuduhan yang ditujukan padanya.

Kasus ini akan merusak kredibilitas ICC secara permanen jika lembaga ini tidak segera membuka seluruh fakta kasus ke publik tanpa pengecualian.

Author bio: Julian Holbrooke, analis hubungan internasional yang rutin menulis kolom untuk surat kabar utama Eropa, spesialis isu tata kelola lembaga internasional.