30 Tahun Berlalu, Akhir Musim ‘Deep Space Nine’ Ini Tetap Menusuk Jantung




(SeaPRwire) – By: Silas Sterling, a veteran kernel contributor and editor-in-chief of an open-source security digest
[Paragraph 1]
Di era *streaming* yang serba cepat, serialisasi cerita menjadi norma. Musim yang lebih pendek dan model *binge-watching* membuat drama televisi modern seperti *For All Mankind* atau *Monarch: Legacy of Monsters* sulit membayangkan jeda cerita untuk episode sampingan. Ini sangat kontras dengan era sebelumnya. Dulu, serial seperti *Battlestar Galactica* pun bisa diikuti meski terlewat beberapa episode. Bahkan di tahun 90-an, *Babylon 5* dan *Star Trek: Deep Space Nine* (DS9) sudah mencoba pendekatan serialisasi yang lebih longgar. Mereka masih menyisakan ruang untuk petualangan mandiri tanpa membuat penonton yang ketinggalan episode bingung. Akhir musim keempat DS9, 30 tahun lalu, adalah lompatan besar dalam evolusi narasi *Star Trek*.
[Paragraph 2]
Episode “Broken Link” berpusat pada Odo. Ini membangun narasi yang memiliki taruhan galaksi dan personal. Sejak episode pilot DS9, Odo, petugas keamanan yang bisa berubah wujud, selalu ingin menemukan kaumnya. Namun, sejak awal musim ketiga, kita tahu kaumnya adalah Founders dari Dominion yang otoriter. Mereka memandang semua “padat” sebagai serangga. Serial ini juga secara perlahan membangun konflik antara Federasi dan musuh bebuyutannya. Skala konflik ini ternyata jauh lebih besar dari perkiraan awal.
[Paragraph 3]
Odo adalah pengamat luar kemanusiaan, sebuah peran klasik Star Trek sejak Spock. Dia terasing dua kali. Rekan-rekannya sesama “padat” sering salah paham padanya. Dia juga kesulitan mengungkapkan perasaannya pada satu orang. Prinsip keadilannya yang kaku mencegahnya kembali ke kaumnya. Kaumnya ingin dia pulang, meski Odo mengecam kekaisaran kejam yang mereka bangun.
[Paragraph 4]
Ide bahwa “fasis cair” menganggap Odo sebagai anak hilang adalah salah satu alur cerita DS9 yang paling menarik. Keinginan kedua belah pihak terlihat jelas, namun jurang pemisah tak terjembatani. Di “Broken Link”, kesabaran Founders habis. Akhir musim ketiga melihat Odo membunuh sesama changeling untuk menghentikan plot Dominion. Di “Broken Link”, dia dihukum dengan penyakit yang melemahkan. Dia harus pergi ke dunia asal changeling, tempat yang dia dambakan namun tolak, untuk disembuhkan sekaligus dihukum.
[Paragraph 5]
Seluruh kru ikut serta. Garak mencoba menghentikan konflik yang membara dengan genosida bunuh diri. Tentu saja, dia dihentikan. Ini memastikan DS9 bisa berlanjut beberapa musim lagi. Tindakan Garak adalah salah satu momen paling menarik dari karakter paling menarik di Star Trek. Mata-mata kejam ini, Andrew Robinson, selalu menjadi anomali di alam semesta Gene Roddenberry yang optimis. Keyakinannya pada kebenaran pembunuhan massal yang dia rencanakan membuatnya, dalam caranya yang gelap, idealis seperti perwira Federasi mana pun.
[Paragraph 6]
Garak dan Odo memiliki sejarah sejak musim ketiga. Saat itu, Odo menyelamatkan Garak dari serangan yang hampir memenggalnya di Founders. Serangan itu berakhir dengan kekalahan telak bagi Cardassia kesayangan Garak. DS9 menindaklanjuti insiden ini di “Broken Link”. Ini adalah contoh awal bagaimana narasi besar akan bergema di musim-musim mendatang. Dalam mengelola semua ini, “Broken Link” menunjukkan DS9 di puncaknya. Ia menyiapkan elemen besar untuk musim mendatang, namun tetap mengutamakan drama manusia (dan alien).
Author bio: Silas Sterling, a veteran kernel contributor and editor-in-chief of an open-source security digest.
