Apple TV Kembali Jatuh ke Lubang Konsep Tinggi: Ketika ‘Sugar’ Jadi Superman yang Tak Butuh Jubah

(SeaPRwire) –   By: Oliver Hawthorne

Apple TV lagi-lagi bermain dengan konsep tinggi yang terlalu ambisius. Season 2 *Sugar* justru membuktikan bahwa ide “detektif noir yang ternyata alien” hanya membuat pertunjukan ini tercekik. Alih-alih memperkuat cerita, twist tersebut malah jadi beban. Masalahnya, misteri hilangnya Ji Moon di season ini sebenarnya lebih solid, lebih gelap, dan lebih greget. Namun setiap kali adegan menarik, kita langsung diingatkan: oh iya, dia alien. Ini pukulan telak bagi ritme narasi yang seharusnya bisa berdiri sendiri sebagai drama kriminal kelas satu.

Fakta asli dari rilisnya begini: John Sugar (Colin Farrell) adalah alien yang hidup menyamar sebagai detektif di Los Angeles. Sepanjang season pertama, identitas ini dirahasiakan. Di season kedua, ia mencari kakak petinju Danny Moon, yang terjerat geng dan polisi korup bernama Vega. Sugar bisa berjalan pulih setelah tabrak lari berkat transfusi darah alien. Ia juga bisa memindahkan benda dengan pikirannya. Tapi kekuatan super ini nyaris tidak pernah dipakai untuk memecahkan kasus. Sebaliknya, inti karakternya—kebaikannya terhadap orang jalanan, seperti membersihkan rumah ibu korban atau merekrut pencopet Val—jauh lebih efektif sebagai “kekuatan super” naratif.

Sekarang lihat apa yang dilakukan Apple TV dengan *Sugar*: mereka menjejalkan lanskap mitologi alien yang lambat dan terlalu serius—Sugar kini satu-satunya bangsanya di Bumi, menghadapi aturan “jangan berasimilasi”—persis di tengah-tengah cerita Noir yang sedang enak-enaknya. Hasilnya seperti memakai kostum Superman untuk menyelesaikan kasus kriminal biasa. Padahal, jika mereka berani melepas topeng alien itu dan fokus pada kekuatan koneksi manusia Sugar (ironis), serial ini bisa lepas landas. Tapi nyatanya, Apple TV lebih memilih membiarkan Sugar terombang-ambing, tidak menjadi noir yang autentik dan tidak juga menjadi fiksi ilmiah yang utuh. Jika tidak segera memilih satu jalur, serial ini hanya akan menjadi monumen lain dari ambisi streaming yang gagal.

Penulis bio: Oliver Hawthorne, seorang koresponden utama yang bertahun-tahun memantau industri konten global dan strategi platform streaming