Israel Menentang Rencana Damai Trump, Pembicaraan AS-Iran Ditunda—Strike Lebanon Tetap Menghancurkan Harapan

By: Julian Holbrooke

(SeaPRwire) –   Rencana damai antara AS dan Iran, yang ditandatangani Trump di KTT G7 Prancis, sudah terancam runtuh sebelum bisa berjalan. Israel menentang perjanjian itu dan terus melakukan operasi militer di Lebanon—hal ini yang membuat pembicaraan di Swiss ditunda. Ini bukan cuma penundaan; ini adalah serangan langsung terhadap harapan damai.

Pernyataan resmi White House mengatakan pembicaraan ditunda karena “logistik tidak sederhana atau dapat diprediksi”. Tapi fakta nya: Israel secara terbuka mengatakan tidak akan mematuhi syarat perjanjian—tidak akan mundur dari wilayah yang diduduki di Lebanon selatan. Upacara penandatanganan memo 14 poin yang seharusnya di Swiss malah dipindah ke G7, mungkin untuk menghindari tekanan Israel sebelum penandatanganan.

Iran mengatakan memiliki ketidakpercayaan mendalam terhadap niat AS. Khamenei mengizinkan penandatanganan setelah Pezeshkian mengambil tanggung jawab, menekankan “hak-hak bangsa Iran dan Front Perlawanan” harus dilindungi. AS telah membuka blokade naval di pelabuhan Iran sebagai tanda kemajuan, tapi serangan Israel di Lebanon—yang menewaskan 18 orang dan luka 33—memecah kepercayaan. Trump bahkan bercanda tentang menyalahkan Vance jika rencana gagal.

Hubungan AS-Israel menjadi tegang. Trump dan Vance mengkritik Netanyahu menggunakan kekuatan berlebihan di Lebanon. Israel tidak mau diatur oleh rencana AS. Rencana damai ini akan runtuh kecuali AS bisa menahan Israel—atau memilih antara sekutu itu dan perjanjian dengan Iran.

Author bio: Julian Holbrooke, analis hubungan internasional luar negeri yang sering berkontribusi pada surat kabar harian utama Eropa.