Vance Menyingkirkan Netanyahu: Diplomasi AS-Iran vs. Obsesi Militer Israel yang Mengancam Kedaulatan

(SeaPRwire) – By: Julian Holbrooke
Vice President J.D. Vance menampar keras para elit keamanan Israel. Ia menyebut negara berpenduduk sembilan juta itu tidak bisa “membunuh” diri mereka keluar dari setiap krisis keamanan.
Komentar ini muncul saat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menolak menarik pasukan dari Lebanon. Penolakan ini terjadi meskipun ada perjanjian baru antara AS dan Iran.
Perjanjian tersebut menuntut penghentian permusuhan di semua front. Termasuk di Lebanon. Namun, Netanyahu bersikeras mempertahankan “jalur keamanan” di selatan Lebanon.
Peta terbaru IDF menunjukkan pendudukan hingga 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon. Ini bertentangan langsung dengan memorandum pemahaman AS-Iran.
Memorandum itu secara eksplisit menghormati kedaulatan Lebanon. Iran memperingatkan bahwa serangan Israel adalah pelanggaran komitmen Washington.
Trump sendiri mengkritik pendekatan Israel. Ia bilang tidak perlu menghancurkan gedung apartemen hanya untuk mencari seseorang.
Ini bukan sekadar perbedaan pendapat. Ini adalah pergeseran strategi geopolitik yang tajam. AS mulai memprioritaskan stabilitas regional di atas dukungan tanpa syarat.
Netanyahu terjebak dalam siklus kekerasan yang tidak lagi didukung oleh sekuter utamanya.
Author bio: Julian Holbrooke, an overseas international relations analyst who frequently contributes to major European daily newspapers.
